Multi-Image InSAR Analisis dengan Software SARPROZ

Artikel oleh:  Joko Widodo (Jecko) - inasar.id

Gambar 1. Multi-Image InSAR Analisis Kota Hongkong dengan Software SARPROZ

SARPROZ adalah salah satu software yang mempunyai kemampuan tinggi untuk melakukan analisis InSAR dengan menggunakan banyak data Synthetic Aperture Radar (SAR). Dikenal dengan Multi-Image InSAR Analisis. Ada yang menyebut dengan istilah lain, misalnya Persistent Scatterer Interferometry (PSI) atau PS-InSAR. 

Mengapa kita perlu melakukan analisis InSAR dengan teknik multi-image? Pertanyaan ini sering muncul terutama bagi yang baru belajar InSAR di tahap-tahap awal, dan akan saya coba jelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami. Seperti kita ketahui bahwa basis utama dari Interferometric SAR sebenarnya adalah bagaimana agar kita dapat mendeteksi pergeseran obyek dengan berdasar pada beda fase (phase) gelombang antara dua image data SAR. 

Gambar 2. Basis dasar konsep InSAR (source: https://www.gim-international.com)

Aplikasi ini kemudian banyak digunakan untuk mendeteksi pergeseran lahan akibat gempa bumi, penurunan tanah akibat ekploitasi air tanah yang berlebihan seperti yang terjadi di Kota Jakarta dan lain sebagainya. Data pergeseran lahan/penurunan tanahnya diturunkan dari data interferogram yang dihasilkan dengan cara membandingkan fase gelombang dari dua buah image. Dengan kedetailan data fase yang ada, dengan teknik ini kita mampu mendeteksi pergeseran dengan skala akurasi sampai dengan centimeter
Gambar 3. Contoh gambar Interferogram dengan data SAR Sentinel 1A (source: database inasar.id)

Dalam tahap selanjutnya, para ahli berusaha mencari cara, bagaimana agar kita dapat mendeteksi dengan akurasi yang lebih detail sampai dengan skala milimeter. Para ahli kemudian merumuskan teknik multi-image InSAR. Ide dasarnya adalah dengan cara menghitung beda fase berulang-ulang dengan menggunakan banyak gambar agar didapatkan fase yang lebih detail (persistent). Dengan banyaknya gambar yang digunakan, maka Multi-Image InSAR akan membandingkan beda fase dari banyak gambar interferogram. Hambatan atmosfir juga merupakan problem tersendiri yang dapat diselesaikan dengan teknik ini. 

Gambar 4. Interferogram yang digunakan sebagai dasar analisis Multi-Image InSAR (source: database inasar.id)

SARPROZ mempunyai keunggulan dalam hal ini, karena Sarproz mampu untuk melakukan analisis multi-image SAR dengan cara memilih akurasi amplitudo yang paling stabil, paling coherence, dengan teknik linear maupun non linear korelasi dengan parameter-parameter yang diukur. Sarproz juga mampu melakukan analisis koneksi antar titik-titik pantulan gelombang (spars), agar dapat dihasilkan koneksi yang paling coherence, agar menghasilkan hasil analisis yang paling akurat. Bahkan Sarproz mempertimbangkan karakter material yang mampu mengembang dan mengkerut akibat panas matahari sebagai salah satu dasar perhitungan, dikenal dengan istilah thermal expansion.

Gambar 5. Analisis koneksi spars dengan sofware Sarproz (source: database inasar.id)

Kelebihan lain, SARPROZ mampu menampilkan hasil analisis Multi-Image InSAR-nya dalam bentuk 3D ( tiga dimensi).

Gambar 6. 3D Views Kota Hongkong, diolah dengan Sarproz (source: sarproz.com)


Kontak Penulis: joko@sarproz.com


Post a Comment

0 Comments